Uncategorized

Taman ‘Buah’ Mangunan (Bukit di atas Awan)

Sabtu, 1 Juli 2017 akhirnya kesampaian datang kesini.

Taman ‘buah’ yang sedang tidak berbuah, saya ketemunya yoyo, gelang dan tempe goring panas.

Alhamdulillah..

Pesan : besok bawa tripod !

 

Iklan
Uncategorized

Pantai Glagah

Terletak kurang lebih 30 km dari pusat Kota Purworejo, ke arah Yogyakarta. Tepatnya berlokasi di Kab Kulonprogo Prov DI Yogyakarta.

Seingat saya, Jumat 30 Juni 2017 adaha kunjungan kedua saya ke pantai ini. Dimulai dari kabar Uti malam sebelumnya kalau kakak adik ada rencana ke Pantai Selatan, habis subuh saya bangunkan kedua anakku untuk sholat subuh, belum mandi, packing baju ganti sekedarnya handuk dan sabun, berangkatlah menyusul ke Pantai Selatan, di perjalan baru tahu tujuan perjalanan ke Pantai Selatan.

Dengan retribusi 1 dewasa 2 anak cukup 7 ribu dan parkir 10 ribu, bisa menikmati sepuasnya pantai glagah ini.

Berikut beberapa dokumentasi yang sempat saya abadikan selama perjalanan ke Pantai Glagah.

Untuk anak anak, tersedia juga tempat bermain kolam buatan, danau untuk perahu maupun kereta air, aneka kios makanan dan kerajinan sepanjang jalan dari parkir ke area pantai. Saya sarankan untuk naik kereta air, tolong jaga keseimbangan muatan

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
piss mas hehe..

 

Sebenarnya pingin dapat moment sunset, tapi karena ada undangan reuni teman-teman SMP sudah 23 tahun tidak ketemu (ketahuan tuanya ), sebelum sholat jumat sudah harus meninggalkan tempat ini.

Perjalanan pulang tidak kalah menarik, menyusuri sepanjang pantai ke arah barat, sisi kiri deburan ombak sisi kanan tambak ikan/udang. Jadi membayangkan masih dengan pasangan saya yang dulu (jimny katana maksudnya ;D) parkir pas pinggir pantai.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Beberapa catatan untuk pantai ini , akan lebih baik kalau sepanjang pantai di tempat-tempat tertentu disiapkan tempat sampah, rambu bahaya dan pengawas pantai ditambah.

Jalan jalan

dari Mangunan (rencana) beralih ke Punthuk Setumbu

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Lebaran ke 5.

Sebenarnya pagi ini saya ada janji hunting sunrise dengan teman kantor ke Kebun Buah Mangunan Dlingo Bantul Yogyakarta. Dia bersama keluarganya jauh datang dari Jakarta melalui jalur darat sampai 20 Jam.

Apa daya karena kecapekan di hari- hari sebelumnya, bangun ‘krinan’ pas subuh, belum lagi harus membangunkan kedua anakku. Akhirnya dengan berat hati berkirim kabar ke teman saya tadi  untuk tidak dapat menemaninya menikmati sunrise dari puncak mangunan.

Agenda berburu matahari terbit tidak boleh gagal, pilihan beralih ke lokasi terdekat.. Punthuk Setumbu, tidak jauh dari rumah tinggal, sekitar 11 km. Perjalanan kali ini saya lalui dengan motor, karena saya pikir, jalan sempit dan banyak pengunjung yang datang dari luar kota bertepatan dengan libur lebaran. Sehabis sholat subuh berangkat berbekal peta digital (meskipun tidak jauh dari rumah, saya belum pernah ke lokasi tersebut).

Sempat tersesat karena mengikuti rombongan pengendara motor trail ditambah kehujanan(skip). Akhirnnya sampai juga ke lokasi sebelum waktunya matahari terbit. Dengan membayar retribusi tanda masuk 15.000 rupiah/orang anda akan disuguhi track terjal, cukup membuat nafas ngos-ngososan untuk ukuran badan overweight dan jarang olahraga :D.

 

 

 

Jalan jalan

Taman Pintar, Biar tambah Pintar

Ini destinasi terakhir liburan lebaran tahun ini, 1 Juli 2017 sebelum kembali ke aktifitas pekerjaan (baca : berkarya heehe)

Pilihan antara kids fun atau taman pintar, akhirnya pilihan jatuh ke taman pintar, Yogyakarta.

Setelah menyusuri ring road selatan, belok jalan wates lurus ketemulah lokasi taman pintar di sisi kiri jalan.

Capture2

 Sempat pesimis karena jalan ditutup. Memutar sebentar melewati pasar Bringharjo, Alhamdulillah akhirnya dapat tempat parkir tepat seberang mushola Taman Pintar.

Catatan, beberapa alat peraga kurang terawat dan alat yang rusak tidak segera diperbaiki. Akan lebih baik untuk setiap wahana/alat peraga disediakan pemandu yang lebih komunikatif/informatif. Salah satu referensi bisa mengacu ke kidzania (?).

Jalan jalan

Mengejar Matahari Terbit di Puncak Borobudur

Minggu, 4 Mei 2014. Subuh itu langit sangat cerah, waktu yang baik untuk hunting ‘penampakan’ matahari terbit. Pilihan kali ini jatuh ke lokasi candi  Borobudur. Sambil membayangkan menyaksikan matahari terbit muncul dari balik gunung merapi – sindoro, barisan bukit menoreh di sisi selatan, dan gunung sumbing  sindoro di barat laut.

Berangkat dari rumah jam 6.40. Hanya butuh waktu sekitar 10 menit sampai lokasi, karena area parkir di sisi timur pintu masuk belum ada yang jaga, terpaksa cari tempat parkir di sisi selatan area candi, sedikit lebih jauh tetapi tidak masalah.

Sampai pintu masuk sisi timur, ternyata gerbang masih tutup, tanya ke satpam infonya baru jam 6 pintu utama dibuka.

Image

(Pintu utama sisi timur candi)

Benar, jam 6 gerbang dibuka, langsung beli tiket (HTM Rp 30.000,-), loket di sisi kanan untuk pengunjung lokal (untuk pengunjung WNA loket disediakan di sisi kiri), langsung ke gerbang pemeriksaan tiket.

Masuk dari sisi timur, disambut bunga di tengah area jalan masuk, dan pohon pohon besar di sisi kanan kiri.

Image

Image

 (Area jalur masuk pintu utama sisi timur)

Sebelum masuk area candi di sisi kanan terdapat area rerumputan cukup luas. Komposisi sinar matahari pagi dan embun pagi menyajikan lanscape yang indah.

Image

 (Taman sisi kanan jalur masuk ke area candi)

 Image

 (Sudut pandang dari lantai dasar candi ke arah timur)

Sampai tingkat pertama candi ternyata sudah banyak pengunjung WNA di puncak borobudur, sebagian guide masih pegang senter (dalam hati mikir, mereka masuk darimana ya, bukankah pintu baru saja dibuka, ya sudahlah.. mungkin jalur khusus, mungkin dengan harga khusus eh..)

Di pintu masuk menunggu arca ………… menyapa ramah setiap pengunjung 🙂

Image

( ada yang bisa bantu nama arca ini ?)

..

Sampai sisi stupa utama.. terbayar sudah perjuangan pagi itu, jauh melebihi ekspektasi.

Di sisi timur borobudur, dimana matahari terbit, tampak 2 benteng kokoh, gunung merapi dan merbabu. Dan merapi masih terus saja mengepulkan asapnya

ImageImageImageImage

(View dari lantai tertinggi ke arah timur)

 Di sisi selatan borobudur, barisan bukit menoreh berselendang kabutImageImageImageImageImageImage

Image

Di sisi barat – barat laut nun juah disana tampak gunung sumbing sindoro

Image

Image

.. lembah di sisi barat

Image

Suasana pengunjung asik mengabadikan area sekeliling candi , atau sekedar menikmati keindahan candi dan alam di seputaran candi.

ImageImageImage

 

Sebagai penutup, saran untuk mendapatkan view yang bagus datanglah sepagi mungkin, selain belum panas, pengunjung juga belum terlalu penuh sesak, apalagi kalau memang ingin mengabadikan candi ataupun area sekeliling candi tanpa terganggu lalu lalang orang dan fokus ke bangunan candi.

Rencana kedepan, ingin menyaksikan suasana saat matahari tenggelam, tetapi kurang tahu area candi tutup jam berapa.. kita cari tahu

 

 

Jalan jalan

Berkunjung ke Museum H. Widayat

Museum H. Widayat (tampak samping)

Ini beberapa dokumentasi kegiatan berkunjung ke Museum H. Widayat yang masih selamat, setelah memory camera, lengkap dengan laptop dan hardisk berpindah tangan tanpa ijin di kereta perjalanan Kutoarjo – Pasar Senen (skip).

3 Tahun lalu dengan anak perempuanku Hanania, tidak direncakan berkunjung ke Museum ini. Dari  kecil anak perempuan  saya ini sangat tertarik dengan menggambar. Sejak belum bisa membaca tulis, pesan disampaikannya dengan  Bahasa gambar, selain Bahasa lesan.

Di Museum ini, terdapat berates lukisan dari beberapa pelukis, patung dan karya karya seni rupa lain. Tempatnya lumayan luas, tidak ramai cenderung sepi, sehingga b isa menikmati setiap detail karya seni rupa .. monggo dinikmati.

Monggo sekiranya anda penikmat karya seni rupa, berkenan mampir ke museum tersebut.

*Perasaan pernah nulis kunjungan ke Museum Ini lebih detail, entah nyelip dimana

catatan pinggir

Salah dongeng atau salah Didik?

Kita diceritakan moyang kita pelaut tangguh, tapi tidak diajarkan bagaiana seharusnya belajar membuat kapal yg kuat, cara berlayar yang benar.. cara memancing saja mungkin kita tidak tahu

Kita diceritakan laut kita kaya, jauh dibawah tanah negeri ini tersimpan kekayaan logam mulia, mineral berharga, minyak dan gas yang melimpah, tetapi kita tidak tahu bagaimana cara meneliti, eksplorasi dan mengolahnya jadi lebih bernilai..

Yang kita lihat sekarang di media, kita telah pandai bertengkar, mencaci, menghujat, berkhianat, untuk katanya alasan yang sama.. membela rakyat

Wis sak karepmu, ngono yo ngono ning ojo ngono..