Pertama lihat cover.. belum begitu tertarik, baca cover belakang.. baru tahu kalau karya kedua dari penulis novel 5 cm. Sering denger novel 5 cm tetapi jujur belum baca🙂. Ya sudahlah.. daripada bingun mau ngapain masih sore tapi belum ngantuk, ya sudahlah lanjutkan baca saja.
Mulai deh baca bab pertama, bercerita tentang satu keluarga dengan 1 anak dan 1 calon anak yang bentar lagi lahir.. Hal yang menarik dari sekilas baca bab ini dalah kelucuan yang muncul dari dialog antar tokoh, misalnya sang suami dengan sang doktor kandungan. Ngocol habis hehehe.. Berlebihan ! itu kata yang dipilih oleh si penulis itu sendiri, asli ngakak. Magnet kedua dari bab pertama novel ini adalah subyektif, kebetulan ada persamaan saya pribadi dengan si tokoh ayah, sama sama lagi deg degan nunggu kelahiran putra/i kedua.

Selanjutnya di bab-bab awal , dapat banyak pelajaran bagaimana nantinya menghadapi kegalauan anak pertama (nmanya gita) dengan hadirnya adik yang tentu menyita perhatian lebih dari kedua ortunya, juga nenek kakeknya. Dikiranya orang tua tahu segalanya, tapi kadang si kakak menemukan cara sendiri untuk menjadi ‘dewasa’ mengatasi kecemburuan terhadap adiknya yang masih bayi.

Anda yang suka bulutangkis, atmosfir pertandingan akan menelusup ke imajinasi anda.
Andapun yang suka bakmi, akan tahu ‘rahasia’ resep bakmi enak.

Saya menjamin 83.76 % anda akan senyum-seyum sendiri baca novel ini. Lucu.. haru… sampai sampai pas kemaren jalan ke luar kota dengan rombongan temen-temen, saya pikir daripada ngabisin batery hp, sudahlah nerusin baca novel ini di bis, akibatnya jadi senyum senyum sendiri. Tak tahunya ada yang memperhatikan (anak bungsu rekan kantor).. dianya ngakak terpingkal pingkal.. mungkin dia pikir saya-nya agak gendeng senyum senyum sendiri.

Tidak sedikit petikan petikan yang memotivasi baik dari pilihan kata penulis atau gambaran tokoh adik (namanya gusni) untuk memilih melawan penyakitnya.

Beberapa kata yang aku simpan dari novel ini
“Seperti hidup yang tidak sempurna.. kamu mencintainya dengan tidak putus asa”
“Hanya seorang pengecut mengharapkan kehidupan yang sempuna..”
“Jangan pernah meremehkan kekuatan seorang manusia, karena Tuhan sedikitpun tidak pernah..”

Meski banyak cerita yang BERLEBIHAN, tetapi ini yang menjadi salah satu daya tarik novel ini (nge-post tulisan ini sambil senyam senyum sendiri, inget cerita-cerita dalam novel ini).

Sudah, baca sendiri saja lebih menarik