Berawal dari ‘kewajiban’ untuk mencari vendor kabel power dengan spec. special.. “xlpe armoured”, duh nyari material lokal tidak mudah yg ready stock, sedang pemberi tugas sudah ngasih guide.. budget dan delivery time.
Cari sana sini.. tidak perlulah disebutkan nama vendor, tapi akhirnya pilihan jatuh ke vendor asing.. tanpa adanya ‘hambatan’. Maksudnya, pasar lokal saat ini sudah ditarung-bebaskan untuk menjual produk sama dengan produsen asing.. artinya pasar produsen lokal diikhlaskan pengelola negara ini untuk berbagi dengan asing.

Kenapa pilihan jatuh ke vendor luar ?
1. Vendor luar tersebut memberikan harga lebih murah, sudah termasuk bea kirim sampai di gudang dibandingkan vendor lokal yg pabriknya masih diseputaran jakrta. Warning bos soal budget terpenuhi..
2. Waktu proses produksi lebih sinkat dibandinkan lokal yg perlu 45 hari. Warning bos soal delivery time insyaAllah terpenuhi.
3. Untuk diskusi harga maupun spec teknis, mereka melayani dari 1 pintu, dan pagi minta sore langsung dijawab, sangat responsif, pun dengan tawaran material filler maupun desain bentuk inti tembaga, juga bersedia mengirim sample produksi, saat dicomplain tentang marking yg kurang bagus langsung di respon.
3. Vendor lokal meminta minimal order 1km untuk setiap varian ukuran, ada yg mau minimum order 200 m, tapi dengan harga tinggi.
4. Vendor luar tadi lebih responsif, meski degan komunikasi terbatas, ringan saja mereka menelpon untul klarifikasi soal spesifikasi teknis, sedang yg lokal tadi perlu fax beberapa kali baru respon, pun setelah ditelpon.
4. Saat mengkomunikasikan kenaikan harga tembaga internasional, yg vendor lokal dengan cara ‘mengancam’, kesannya kita yg butuh.. sedang yg vendor ‘luar’ tadi, mengkomunikasikan dgn baik meski via email.
Kenapa harga yg impor lebih murah drpd lokal ?, mungkin karena production cost mereka bisa tekan serendah mungkin ?, dukungan pemerintah mereka ?
Denger kabar juga.. (belum ketemu referensinya), kapal laut mereka sebagian besar milik pemerintah, untuk ekspor ada subsidi dari pemerintah… kemungkinan besar bea ekspor mereka sangat rendah hingga bisa menekan harga mereka.

Sampai sekarangpun, mereka masih terus menginformasikan (menjaga konsumen) tentang product mereka, inoviasi, maupun perubahan harga, meski tidak kita minta.

So, baik pemerintah maupun pelaku usaha harus bekerja keras mengejar ketertinggalan ini, peningkatan kemampuan teknis, inovasi, dan profesional.. Toh pelaku usaha dalam negeri tidak sedikit memberi kontribusi bagi pemasukan pajak dll, artinya mereka berhak untuk diopeni, difasilitasi, bahkan diarahkan.