Tag

Pengemis cilik

Tangan itu terus menengadah
Persis di kedua sisi pintu keluar toko seberang masjid
Memohon kasihan
Merengek, bukan memelas

Setiap kusapukan mataku
Kulihat 2 gadis cilik
Lengkap dengan sandal, baju yang masih pantas disebut baju main, menyelimuti badannya yang tidak bisa disebilang kurus
alas duduk, dan bungkus cokelat ‘bermerek’ terkelupas di sampingnya

Berkecamuk batinku
Mencoba mendialogkan dengan pikirku
Dimanakah orang tua mereka ?
Apa pekerjaan mereka ?
Apakah mereka tahu yang dilakukan anak-anaknya ?
Apa saja yang telah dinasehatkan ke mereka ?
Pastaskah mereka menjadi peminta ?
Disaat teman-temannya bermain riang, tanpa pernah memikirkan berartinya uang Aku tak bisa menghakimi
Tapi aku bisa memilih
Bahwa yang lebih baik buat mereka adalah
Naungan kasih sayang orang tua,
Perhatian dari mereka
Bermain, belajar dan menangis
Karena rizki mereka telah dititipkan pada orang tua mereka