Berikut ini cara sederhana untuk desain kebutuhan lift yang saya rangkum dari beberapa artikel, moga bermanfaat.

Penentuan jumlah car (lift) untuk memastikan bahwa kapasitas transportasi dan waktu tunggu terjaga masih dalam service level yang dipersyaratkan pada saat jam sibuk dimana terjadi konsentrasi penumpang pada jam-jam sibuk.


Berikut guide line untuk penentuan jumlah elevator :


1. FAKTOR BEBAN PUNCAK LIFT (PEAK LOAD FACTOR)

Beban puncak lift tergantung :

– jenis gedung

– lokasi gedung

di Indonesia,

kantor : 4% dari jumlah penghuni gedung

flat : 3% dari jumlah penghuni gedung

hotel : 5% dari jumlah penghuni gedung

RS : 5% dari jumlah penghuni gedung

Taksiran kepadatan pengguna gedung per m2

perkantoran : 4 m2/orang

flat : 3 m2 /orang

hotel : 5 m2/orang


2. WAKTU PERJALANAN BOLAK-BALIK LIFT (ROUND TRIP TIME)

Waktu yang diperlukan lift berjalan bolak-balik dari lantai terbawah hingga teratas (dalam zone), termasuk waktu berhenti, pemumpang keluar masuk lift dan pintu membuka dan menutup di setiap lantai tingkat, dengan kapasitas “m“ orang, dirinci sebagai berikut :

1. Penumpang masuk lift di lt dasar = 1.5*m detik/orang

2. Pintu lift menutup di lantai dasar = 2 detik

3. Pintu lift membuka dan menutup di setiap lantai = (n-1)*2 detik

4. Penumpang keluar per lantai = {(n-1)*m}/{(n-1)*1.5} detik

= 1.5*m detik

5. Perjalanan bolak balik lift (dasar ke atas) = (2(n-1)*h)/s detik

6. Pintu lift membuka di lantai dasar = 2 detik

dengan,

h = tinggi lantai ke lantai (m)

m = kapasitas lift (orang)

n = jumlah lantai/zone (buah)

s = kecepatan lift (m/s)

Jumlah = T = ((2h+4s)(n-1)+s(3m+4))/s detik


3. KAPASITAS ELEVATOR (LIFT)

– Daya muat atau kapasitas , tergantung pabrikan.

– Lazimnya : 5 s.d 20 orang

– Untuk kebutuhan khusus : 50 orang (double deck)


Penentuan kapasitas Lift harus direncanakan dengan mempertimbangkan kondisi waktu puncak dimana terjadi konsentrasi penumpang tertinggi.

Disarankan,

a. Untuk gedung kecil ~ menengah, kapasitas passanger ≥ 15 penumpang load kapacity of 1000 kg)

b. Untuk gedung tinggi/hotel, kapasitas passanger passanger ≥ 24 penumpang (load kapacity of 1600 kg)

c. Pintu lift sebaiknya didesain terbuka dari tengah dan ukuran lebar ruang masuk disarankan selebar mungkin dengan tetap mempertimbangkan ukuran dimensi kedalaman ruang elevator.


4. KECEPATAN ELEVATOR (LIFT)

Waktu yang dibutuhkan untuk bergerak dari lantai paling atas ke lantai paling bawah tidak lebih dari 30 detik.

– kecepatan dipilih tergantung tinggi gedung

– makin tinggi gedung, makin cepat lift

– kecepatan mempengaruhi :

– waktu bolak-balik lift

– waktu menunggu lift

– sebagai batas kecepatan diambil gerak jatuh bebas oleh gaya tarik bumi ( 10 mtr/dt)

– kecepatan rendah lift = 1 mt /detik

– kecepatan tinggi lift = mendekati 10 mtr/detik


Hubungan antara kecepatan elevator dan jumlah lantai adalah sebagai berikut :


5. JUMLAH ELEVATOR (LIFT)

– Pada gedung tinggi, dibagi perzona vertikal

– Pembagian dalam zona untuk menghemat lift

– tinggi 1 zona = +/- 20 lantai

N = (2*n*T(A2-M3))/(3*m*(n*T+40000)) buah lift


– dihitung seteliti mungkin,

Untuk Zone lebih dari 1, dapat dihitung dengan persaman sebagai berikut :

N = (2*n*T(A2-M3))/(3*m*(n*T+40000)) buah lift

Zone 2 (Lt dasar s.d Lantai “x”) :

N2 = (2*a*n2*T2*P)/(600*a”*m+3*m*n2*T2*P)

N1 = (2*n1*T1*P(a-6*m))/(3*m(200*a”+ n1*T1*P)


6. WAKTU MENUNGGU LIFT

Kesabaran orang menunggu tergantung kota, negara (kota besar kurang sabar)

– waktu tunggu, – 30 detik (perkantoran)

– 60 detik ()

– waktu menunggu = (waktu bolak-balik/jumlah lift)

W = T/N detik


7. TENAGA/ENERGI LISTRIK (UNTUK LIFT)

Energi yang dibutuhkan lift dengan,

– kapasitas = m orang

– kecepatan = s mtr/detik

adalah sama dengan energi potensial lfit berikut muatannya.

– untuk menghemat listrik, tinggi gedung dibatasi

– tenaga listrik yang dibutuhkan hanya untuk mengerek muatan lift saja

– lift dalam keadaan kosong dapat dibuat seimbang oleh bandul (counterweight) lift

– jika 1 orang = 75 kg, dengan kapasitas (m) orang, maka energi potensial setinggi “h” meter

(tinggi lantai ke lantai) = 75*m*h kgm

Ini ditempuh dalam h/s detik.


Daya = (kerja/waktu)             = (75*m*h)/(h/s)

= 75*m*s kgm/det

= m*s HP

1 HP = 0.746 kWatt

Daya (E) = (0.746)*m*s kWatt

8. PENENTUAN SERVICE FLOOR

Tujuan dilakukan pembagian zone untuk masing-masing lift/group lift ditujukan untuk menurunkan waktu transportasi, meningkatkan rental rates dsb.

Pembagian zone mengacu pada pembaain elevator service terhadap jumlah zone, dan instalasi elevator group ditujukan untuk masing-masing zone.

Disarankan, sebaiknya ditentukan area service 10 ~ 15 lantai untuk masing-masing zone.


Rules of Tumb

1. Untuk bangunan tinggi, 1 orang = 11,65 m2 Lantai

2. Jumlah penghuni/pemakai gedung :

–  225 s.d 250 orang = 1 elevator

– tinggi bangunan kurang dari 20 lantai

– typical floor lebih dari 930 m2

3. 1 (satu) elevator service untuk +/- 27800 m2 Lantai

4. Ratio elevator service dengan elevator penumpang pada Hotel

0.5 : 1 atau 0.6 : 1

Referensi :

1. Thosiba Inverter High Speed PMSM Gaerless Elevator, distributed by Thosiba Elevator and Building System Corporation.

2. Mekanikal Elektrikal by Sunarno, PENERBIT ANDI

3. Buku catatan mas gilang (itb archie ’98)