Arsip Kategori: oase

26 Juni 2008

Kemaren malem, sehabis cuapek coba mbenerin kompor gas yang ga mau nyala, trus cuci tangan, cuci kaki ma sikat gigi trus nemenin istri nonton tv.
Baru bentar ‘klekaran’ (bhs indonesia: rebahan), istriku menuntun tanganku ke perutnya yang sudah menggelembung hampir 6 bulan (insyaAllah). Subhanallah… terasa gerakan berulang ulang dari dalam perut istriku, cukup keras, seperti nendang-nendang, dan itu berlangsung cukup lama.
Masih takjub, aku diam sambil terus mencoba merasakan gerakan gerakan itu. Terus aku ajak bicara yang makhluk yang nendang nendang tadi, ” Nak.. moga jadi anak yg sholeh/ah, hormat ma ibu, sayang ma ibu ya..(sama bapak juga)

Segala puji hanya bagi Mu ya Allah,
Robbi Habli Minassolihiin…

Sebenarnya yang menjadikan pasangan kita sempurna bukan dari apa yang dia miliki sekarang ini. Sesungguhnya yang menjadikan dia sempurna adalah keikhasan kita atas semua kelebihanya lengkap dengan segala kekurangan yang disertakan Allah atasnya. Saat kita fokus pada rasa syukur atas anugerah kelebihan Allah yang dititipkan pada pasangan kita, maka seberapapun kelemahan/kekurangan pasangan kita tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap kebahagiaan kita.

Sudahkan pasangan anda sempurna ?, kalau belum sekaranglah kesempatan anda untuk menjadikannya sempurna, yaitu dengan menerimanya secara kaffah, semua kelebihannya lengkap dengan kekuranganya. Kita memiliki kehendak untuk memilih !

(fulan yang sedang belajar)

Hidup yang sebenar-benarnya adalah mengisi kehidupan ini dengan manfat. Meninggalkan pagi dan siang hari dengan sejumput pengetahuan maupun pengalaman adalah lebih baik daripada melakukan ‘hal besar’ yang terus menerus (biasa) dilakukan sepanjang tahun, seperti copy paste template saja.

Mengantar terbenamnya matahari dengan oleh-oleh pengetahuan/pengalaman baru akan memberikan rasa kenyang yang kemudian menghantar istirahat ragawi sebentar dalam tidur dengan tenang, setenang menyambut hari baru dengan semangat hidup melimpah.

Hauslah akan pengetahuan dan pengalaman baru di setiap harinya. Rekam dengan cermat setiap pengetahuan/pengalaman baru, karena mengikatnya dengan cara seperti itu akan mmperkaya dirimu di kemudian harinya.

Visi baru disebut VISI saat bisa men-triger (mengerakkan) dirinya untuk masuk ke dalam kehidupan penuh tanggung jawab memikul beban kehidupanya, selalu menselaraskan tindakan maupun pilihan tindakan dengan terpenuhinya visi yang memenuhi pikiran dan hatinya. Teguh-yakin akan terwujudnya visi sudah merupakan separoh perjalanan menuju terwujudnya visi.