Berawal dari ‘kewajiban’ untuk mendesain kebutuhan type dan qty lampu dalam ruangan untuk mendapatkan approval dari ‘SANG OWNER’ (sengaja nulis dalam huruf kapital sekedar untuk menggambarkan betapa ‘kuasanya’ kelompok mereka yang menyebit dirinya sebagai owner ;). Mumpung masih anget.. mungkin ada manfaatnya untuk share sedikit apa yang saya tahu mengenai cara menghitung tingkat kebutuhan luminaire.

Selamat menbaca dan moga bermanfaat kawan..

Perhitungan kebutuhan luminaire umumnya dengan metode lumens (silahkan googling mengenai methode ini), dengan persamaan sbb :

N = (E x A) / (F x U x LLF)

dengan,
N = jumlah lampu
E = level illuminasi (Lux)
A = luas working plane (m2)
F = besarnya nilai lumens untuk sebuah lampu
U = utility factor
LLF = Loss Light Factor (beberapa referensi menulis sebagai maintenance index).

Darimana parameter-parameter tersebut diperoleh ?

E ( level illuminasi) diperoleh dari standard kebutuhan masing-masing keperluan, bisa dicari standardnya dari SNI atau IEC atau lembaga/organisasi laiinya. Misalnya, untuk toliet 100 lux, untuk main entrance 200 lux, untuk meeting room 350 lux (moggo googling untuk referensi kebutuhan level Lux untuk ruangan lainnya).

A (luas working plane m2), ya panjang kali lebar. Cukup jelas.

F (nilai lumens untuk sebuah lampu), bisa diperoleh dari catalog lampu, sesuaikan pemilihan lampu dengan desain ruangan (kalau beruntung cukup dengan googling, atau minta catalog ke vendor/distributor untuk mendapatkan tabel lumens tiap lampu).

U (utility factor). Perlu beberapa langkah untuk mendapatkan nilai U (hanya perlu sedikit tambahan energy).
Langkah pertama, menghitung RCR (room cavity factor) dengan persamaan, RCR = (5 x tinggi ruang x (panjang ruang + lebar ruang))/(luas). Setelah ketemu besarnya RCR, tentukan nilai reflektansi ruang ( ceiling, dinding dan lantai dalam persen), tergantung jenis dan warna dinding dan jenis material dinding. Selanjutnya, dari tabel utility factor (dari catalog lampu) bisa didapatkan nilai ‘U’ dengan dasar nilai RCR dan reflektansi ruang (%).
Catatan : untuk luas ruangan yang kecil dengan ceilling tinggi, akan ditemukan kesulitan untuk mendapatkan nilai RCR yang bisa diprovide dari tabel secara umum. Sampai saat ini untuk perhitungan manual, belum ketemu cara terbaik untuk menentukan nilai ulitity factor untuk ruangan yang sempit dengan ceiling yang tinggi. Untuk mengakalinya, bisa diperoleh dengan cara memanfaatkan chart tool di MS. Excel, trendline option pilih ‘exponential’ dan pilih juga ‘display equation on chart’. Dari rumus yang diperoleh bisa digunakan untuk mendapatkan nilai U yang tidak ada di tabel. Meski tidak tepat, setidaknya sedikit bisa menolong.

LLF ( loss light factor), biasanya antara 0.7 s.d 0.8

Sebenarnya ada yang lebih mudah untuk mengestimasi kebutuhan lampu tiap ruang. Sekarang bisa di download (gratis) software applikasi seperti Calculux atau Dialux. Maaf, saya lupa link downloadnya, tetapi cukup mudah untuk ditemukan dengan sekali lagi bantuan mbah google.

Semoga bermanfaat. Jika ada informsi yang kurang tepat, denga senang hati untuk dikoreksi.

Selamat malam ;)

About these ads