Dalam teknologi pencahayaan sejumlah istilah teknis dan satuan digunakan untuk menggambarkan sifat-sifat dari sumber-sumber cahaya dan pengaruh yang dihasilkannya.

2.2.1 Luminous flux

[Φ] = Lumen (lm)

Luminous flux menggambarkan jumlah total cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya. Pancaran ini secara mendasar dapat diukur atau dinyatakan dalam satuan watt.

Radiant flux 1 Watt yang terpancar pada titik puncak kepekaan spectral (dalam range photopic pada 555nm) menghasilkan luminous flux 683 lm. Mengacu pada bentuk kurva V(λ) radian flux yang sama akan menghasilkan hal yang selalu berhubungan dengan luminous flux yang sedikit berbeda pada tiap titik frekuensi.

2.2.2 Luminous efficacy

η = Φ/P

[η] = lm/W

Luminous efficacy menggambarkan luminous flux suatu lampu dalam hubungannya dengan konsumsi daya dan untuk itu dinyatakan dalam lumen per watt (lm/W). Nilai maksimum teoritis diperoleh ketika total daya radian diubah ke cahaya nampak 683 lm/W.

2.2.3 Quantity of light

Q = Φ.t

[Q] = lm.h

The quantity of light atau dalam standar Amerika disebut sebagai luminous energy, didapatkan dari perkalian luminous flux dengan waktu. Biasanya dinyatakan dalam klm.h.

2.2.4 Luminous intensity

I = Φ/Ω

[I] = lm/sr

lm/sr = Candela (cd)

Pada suatu sumber titik lampu yang ideal akan memancarkan luminous flux yang seragam pada setiap ruang untuk semua arah. Luminous intensity pada kondisi seperti ini adalah sama pada semua arah. Akan tetapi dalam kondisi nyata, luminous intensity tidaklah seragam.

Satuan ukur untuk luminous intensity adalah candela (cd). Satuan candela merupakan satuan dasar utama dalam teknologi pencahayaan dimana besaran lain diturunkan dari satuan ini.

About these ads