Arsip Bulanan: Mei 2008

1. Proteksi Arus Lebih

1.1 Beban Lebih dan Hubung Pendek (short Circuit)

Arus lebih adalah satu dari dua bahaya keamana utama yang harus dikendalikan dalam system pengkabelan. Bahaya dari aurs lebih adalah resiko timbulnya api. Di Inggris, lebih dari 50000 kebakaran dalam setiap tahunnya disebabkan oleh masalah kelistrikan.

1.2 Tipe arus lebih (over current)

Overload (Beban Lebih)

Over load terjadi ketika arus yang mengalir dalam suatu system melebihi dari biasanya ( 50 % ~ 100 % lebih tinggi). Over load tidak terjadi secara tiba, tiba tetapi bertahap. Jika masalah ini gagal untuk diselesaikan, cabel penghantar akan menjadi panas dan meleleh, sehingga memungkinkan kabel penghantar menjadi terbuka. KOndisi panas pada penghantar ini mungkin cukup menimbulkan api.

Pada penggunaan di rumah tangga, over load biasanya terjadi akibat pemakaian peralatan listrik yang terlalu banyak pada waktu yang bersamaan, atau menghubungkan suatu peralatan listrik dengan beban kerja tinggi pada stop kontak yang tidak mencukupi kapasitasnya.

Short Circuit (hubung SIngkat)

Hubung singkat adalah terhubungnya fasa dan netral, atau anatar fasa dengan pentanahan. Koneksi antar keduanya kemungkinan memiliki resistansi rendah, dan arus yang emngalir akan menjadi ratusan/ribuan kali lebih tinggi dalam system.

Dalam prakteknya, pada instalasi rumah tangga, pengamann beban lebih dan hubung singkat, keduanya menggunakan salah satu dari fuse (sekering) atau MCB (miniature cirduit breaker).

1.3 Peralatan pengamanan arus lebih.

1.3.1 Fuse (sekering)

Sekering adalah peralatan utama yang akan membatasi aliran arus dalam suatu rangkaian listrik. Sekering terdiri dari sebuah kawat memanjang dan tipis yang kan menjadi panas dan putus ketika arus melebili level tertentu.

Ada dua macan sekering yang sering digunakan dalam rumah tangga :

Cartridge fuse memiliki kawat yang tertutup dalam silinder tertutup, yang terhubung pada masing-masing sisinya.

Semi-enclosed (re-wirable) adalah jenis sekering yang memungkinkan untuk dikawati kembali.

Kerugian dari penggunaan sekering. JIka sekering putus, dan kita tidak mendaptkan rating sekering yang sesuai, apa yang akan kita lakukan ?, tentu kita taidak menginginkan menggunakan fuse dengan rating yang tidak sesuai.

1.3.2 MCB

Peralatan proteksi listrik yang sangat popular saat ini adalah MCB (miniature circuit breaker). MCB dapat bekerja sebaik over current circuit breaker, dan juga memiliki tuas untuk memutuskan arus seceara manual.

1.4 Karaketristik Sekering dan MCB

Karakteristik sekering dan MCB dinilai dalam amps. Secara normal disebut sebagai rated current atau nominal current.

Banyak orang ebrpikir bahwa jika arus melebihi arus nominal, peralatan ini akan bekerja (trip) dengan segera. Misalnya dengan rating 15 amps, maka jika arus system 15.00001 amps maka peralatan tersebut akan bekerja ? Hal ini tidaklah sepenuhnya benar. MCB didesain untuk mengamankan kabel dalam rangkaian listrik, dan arus 15.00001 amps tidaklah membahayakan. Untuk apa peralatan tersebut harus bekerja ?

Photobucket

Gambar 1.1

Axis horizontal menunjukkan arus yang mengalir pada MCB/fuse pada suatu rangkaian yang diproteksi, sedangkan axis vertical menujukkan lamanya waktu diaman peralatan tersebut tetap dialiri arus sebelum bekerja (trip).

Berikut sedikit penjelasan grafik diatas. Baik sekering atau MCB, meskipun mereka emmiliki arus nominal yang sama, akan tetapi memiliki cara ekrja yang berbeda. Sebagai contoh, untuk bekerja dengan ekcepatan 0.1 s, MCB membutuhkan arus 128 amps, sedangkan sekering membutuhkan 300 amps.

1.1 Pemilihan MCB dan Sekering

Nominal current rule

Nominal current dari sekering/MCB harus kurang dari current rating kabel yang dilindunginya, akan tetapi melebihi dari arus yang biasa/terus menerus mengalir normal.

Tripping Rule

Arus yang lebih dari 1.45kali arus nominal harus dapat menyebabkan peralatan proteksi beekrja tidak kruang adri 1 jam.

Disconnection time rule

Pada kondisi hubung singkat, maka sekering/MCB harus dapat bekerja dengan seketika.

1.6 Contoh

Contoh berikut menunjukkan bagaimana menentukan MCB yang digunakan untuk mengamankan suatu rangkaian.

Ambil contoh, dengan 8 buah fitting lampu, masing-masing 100 Watt, maka arusnya adalah 800W/230V atau sekitar 3.5 amps. Kabel dengan diameter 1mm2 mencukupi untuk besar arus tersebut, karena memiliki rating arus 11 amps. Maka MCB yang digunakan ahrus memiliki nominal arus sekurang-kurangnya 3.5 amps dan tidak lebih adri 11 amps. Selanjutnya, arus kerja (tripping current) harus kurang dari 1 4.5 second 11 ampere, untuk melindungi kabel. Dari catalog manufacture didapatakan MCB 6 amps, memiliki arus kerja 8.7 apms

(bersambung)

Sebenarnya yang menjadikan pasangan kita sempurna bukan dari apa yang dia miliki sekarang ini. Sesungguhnya yang menjadikan dia sempurna adalah keikhasan kita atas semua kelebihanya lengkap dengan segala kekurangan yang disertakan Allah atasnya. Saat kita fokus pada rasa syukur atas anugerah kelebihan Allah yang dititipkan pada pasangan kita, maka seberapapun kelemahan/kekurangan pasangan kita tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap kebahagiaan kita.

Sudahkan pasangan anda sempurna ?, kalau belum sekaranglah kesempatan anda untuk menjadikannya sempurna, yaitu dengan menerimanya secara kaffah, semua kelebihannya lengkap dengan kekuranganya. Kita memiliki kehendak untuk memilih !

(fulan yang sedang belajar)

Hidup yang sebenar-benarnya adalah mengisi kehidupan ini dengan manfat. Meninggalkan pagi dan siang hari dengan sejumput pengetahuan maupun pengalaman adalah lebih baik daripada melakukan ‘hal besar’ yang terus menerus (biasa) dilakukan sepanjang tahun, seperti copy paste template saja.

Mengantar terbenamnya matahari dengan oleh-oleh pengetahuan/pengalaman baru akan memberikan rasa kenyang yang kemudian menghantar istirahat ragawi sebentar dalam tidur dengan tenang, setenang menyambut hari baru dengan semangat hidup melimpah.

Hauslah akan pengetahuan dan pengalaman baru di setiap harinya. Rekam dengan cermat setiap pengetahuan/pengalaman baru, karena mengikatnya dengan cara seperti itu akan mmperkaya dirimu di kemudian harinya.

Visi baru disebut VISI saat bisa men-triger (mengerakkan) dirinya untuk masuk ke dalam kehidupan penuh tanggung jawab memikul beban kehidupanya, selalu menselaraskan tindakan maupun pilihan tindakan dengan terpenuhinya visi yang memenuhi pikiran dan hatinya. Teguh-yakin akan terwujudnya visi sudah merupakan separoh perjalanan menuju terwujudnya visi.

Dalam teknologi pencahayaan sejumlah istilah teknis dan satuan digunakan untuk menggambarkan sifat-sifat dari sumber-sumber cahaya dan pengaruh yang dihasilkannya.

2.2.1 Luminous flux

[Φ] = Lumen (lm)

Luminous flux menggambarkan jumlah total cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya. Pancaran ini secara mendasar dapat diukur atau dinyatakan dalam satuan watt.

Radiant flux 1 Watt yang terpancar pada titik puncak kepekaan spectral (dalam range photopic pada 555nm) menghasilkan luminous flux 683 lm. Mengacu pada bentuk kurva V(λ) radian flux yang sama akan menghasilkan hal yang selalu berhubungan dengan luminous flux yang sedikit berbeda pada tiap titik frekuensi.

2.2.2 Luminous efficacy

η = Φ/P

[η] = lm/W

Luminous efficacy menggambarkan luminous flux suatu lampu dalam hubungannya dengan konsumsi daya dan untuk itu dinyatakan dalam lumen per watt (lm/W). Nilai maksimum teoritis diperoleh ketika total daya radian diubah ke cahaya nampak 683 lm/W.

2.2.3 Quantity of light

Q = Φ.t

[Q] = lm.h

The quantity of light atau dalam standar Amerika disebut sebagai luminous energy, didapatkan dari perkalian luminous flux dengan waktu. Biasanya dinyatakan dalam klm.h.

2.2.4 Luminous intensity

I = Φ/Ω

[I] = lm/sr

lm/sr = Candela (cd)

Pada suatu sumber titik lampu yang ideal akan memancarkan luminous flux yang seragam pada setiap ruang untuk semua arah. Luminous intensity pada kondisi seperti ini adalah sama pada semua arah. Akan tetapi dalam kondisi nyata, luminous intensity tidaklah seragam.

Satuan ukur untuk luminous intensity adalah candela (cd). Satuan candela merupakan satuan dasar utama dalam teknologi pencahayaan dimana besaran lain diturunkan dari satuan ini.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa baro katuh.

Salam Sejahtera.

Kenapa saya ikut-ikutan nge-blog ?

Sejujurnya sebelumnya saya sudah memiliki blog di blogspot, waktu itu dasarnya penasaran dan ikut-ikutan temen kantor yang pada nge-blog , jaid contentnya menjadi ga’ jelas (gitu deh..)

InsyaAllah untuk blog yang ini bisa lebih bermanfaat, khususnya untuk saya sendiri, syukur-syukur bisa bermanfaat untuk temen-temen yang membaca blog ini.

Isinya, mengenai apa yang saya baca, saya dengar, saya lihat, juga hal yang yang sedang mendominasi aktifitas saya hari-hari ini.

Sedangkan, motto “Ikatlah Ilmu dengan Menulisnya” insyaAllah dari nasehat Ali bin Abi Thalib R.A, kholifah dan menantu Rosulullah, yang terkenal akan kecerdasan dan kebijaksanaanya. Motto tersebut juga pernah saya lihat dalam website ilmukomputer.com.

Sekian dulu, kunjungan anda di lain waktu saya nantikan. Terimakasih.

Wassalam

‘Qin