Metode Penentuan Kebutuhan Lift

•Oktober 31, 2008 • 1 Komentar

Berikut ini cara sederhana untuk desain kebutuhan lift yang saya rangkum dari beberapa artikel, moga bermanfaat.

Penentuan jumlah car (lift) untuk memastikan bahwa kapasitas transportasi dan waktu tunggu terjaga masih dalam service level yang dipersyaratkan pada saat jam sibuk dimana terjadi konsentrasi penumpang pada jam-jam sibuk.


Berikut guide line untuk penentuan jumlah elevator :


1. FAKTOR BEBAN PUNCAK LIFT (PEAK LOAD FACTOR)

Beban puncak lift tergantung :

- jenis gedung

- lokasi gedung

di Indonesia,

kantor : 4% dari jumlah penghuni gedung

flat : 3% dari jumlah penghuni gedung

hotel : 5% dari jumlah penghuni gedung

RS : 5% dari jumlah penghuni gedung

Taksiran kepadatan pengguna gedung per m2

perkantoran : 4 m2/orang

flat : 3 m2 /orang

hotel : 5 m2/orang


2. WAKTU PERJALANAN BOLAK-BALIK LIFT (ROUND TRIP TIME)

Waktu yang diperlukan lift berjalan bolak-balik dari lantai terbawah hingga teratas (dalam zone), termasuk waktu berhenti, pemumpang keluar masuk lift dan pintu membuka dan menutup di setiap lantai tingkat, dengan kapasitas “m“ orang, dirinci sebagai berikut :

1. Penumpang masuk lift di lt dasar = 1.5*m detik/orang

2. Pintu lift menutup di lantai dasar = 2 detik

3. Pintu lift membuka dan menutup di setiap lantai = (n-1)*2 detik

4. Penumpang keluar per lantai = {(n-1)*m}/{(n-1)*1.5} detik

= 1.5*m detik

5. Perjalanan bolak balik lift (dasar ke atas) = (2(n-1)*h)/s detik

6. Pintu lift membuka di lantai dasar = 2 detik

dengan,

h = tinggi lantai ke lantai (m)

m = kapasitas lift (orang)

n = jumlah lantai/zone (buah)

s = kecepatan lift (m/s)

Jumlah = T = ((2h+4s)(n-1)+s(3m+4))/s detik


3. KAPASITAS ELEVATOR (LIFT)

- Daya muat atau kapasitas , tergantung pabrikan.

– Lazimnya : 5 s.d 20 orang

– Untuk kebutuhan khusus : 50 orang (double deck)


Penentuan kapasitas Lift harus direncanakan dengan mempertimbangkan kondisi waktu puncak dimana terjadi konsentrasi penumpang tertinggi.

Disarankan,

a. Untuk gedung kecil ~ menengah, kapasitas passanger ≥ 15 penumpang load kapacity of 1000 kg)

b. Untuk gedung tinggi/hotel, kapasitas passanger passanger ≥ 24 penumpang (load kapacity of 1600 kg)

c. Pintu lift sebaiknya didesain terbuka dari tengah dan ukuran lebar ruang masuk disarankan selebar mungkin dengan tetap mempertimbangkan ukuran dimensi kedalaman ruang elevator.


4. KECEPATAN ELEVATOR (LIFT)

Waktu yang dibutuhkan untuk bergerak dari lantai paling atas ke lantai paling bawah tidak lebih dari 30 detik.

- kecepatan dipilih tergantung tinggi gedung

- makin tinggi gedung, makin cepat lift

- kecepatan mempengaruhi :

- waktu bolak-balik lift

- waktu menunggu lift

- sebagai batas kecepatan diambil gerak jatuh bebas oleh gaya tarik bumi ( 10 mtr/dt)

- kecepatan rendah lift = 1 mt /detik

- kecepatan tinggi lift = mendekati 10 mtr/detik


Hubungan antara kecepatan elevator dan jumlah lantai adalah sebagai berikut :


5. JUMLAH ELEVATOR (LIFT)

- Pada gedung tinggi, dibagi perzona vertikal

– Pembagian dalam zona untuk menghemat lift

– tinggi 1 zona = +/- 20 lantai

N = (2*n*T(A2-M3))/(3*m*(n*T+40000)) buah lift


- dihitung seteliti mungkin,

Untuk Zone lebih dari 1, dapat dihitung dengan persaman sebagai berikut :

N = (2*n*T(A2-M3))/(3*m*(n*T+40000)) buah lift

Zone 2 (Lt dasar s.d Lantai “x”) :

N2 = (2*a*n2*T2*P)/(600*a”*m+3*m*n2*T2*P)

N1 = (2*n1*T1*P(a-6*m))/(3*m(200*a”+ n1*T1*P)


6. WAKTU MENUNGGU LIFT

Kesabaran orang menunggu tergantung kota, negara (kota besar kurang sabar)

- waktu tunggu, – 30 detik (perkantoran)

- 60 detik ()

- waktu menunggu = (waktu bolak-balik/jumlah lift)

W = T/N detik


7. TENAGA/ENERGI LISTRIK (UNTUK LIFT)

Energi yang dibutuhkan lift dengan,

- kapasitas = m orang

- kecepatan = s mtr/detik

adalah sama dengan energi potensial lfit berikut muatannya.

- untuk menghemat listrik, tinggi gedung dibatasi

- tenaga listrik yang dibutuhkan hanya untuk mengerek muatan lift saja

- lift dalam keadaan kosong dapat dibuat seimbang oleh bandul (counterweight) lift

- jika 1 orang = 75 kg, dengan kapasitas (m) orang, maka energi potensial setinggi “h” meter

(tinggi lantai ke lantai) = 75*m*h kgm

Ini ditempuh dalam h/s detik.


Daya = (kerja/waktu)             = (75*m*h)/(h/s)

= 75*m*s kgm/det

= m*s HP

1 HP = 0.746 kWatt

Daya (E) = (0.746)*m*s kWatt

8. PENENTUAN SERVICE FLOOR

Tujuan dilakukan pembagian zone untuk masing-masing lift/group lift ditujukan untuk menurunkan waktu transportasi, meningkatkan rental rates dsb.

Pembagian zone mengacu pada pembaain elevator service terhadap jumlah zone, dan instalasi elevator group ditujukan untuk masing-masing zone.

Disarankan, sebaiknya ditentukan area service 10 ~ 15 lantai untuk masing-masing zone.


Rules of Tumb

1. Untuk bangunan tinggi, 1 orang = 11,65 m2 Lantai

2. Jumlah penghuni/pemakai gedung :

-  225 s.d 250 orang = 1 elevator

– tinggi bangunan kurang dari 20 lantai

– typical floor lebih dari 930 m2

3. 1 (satu) elevator service untuk +/- 27800 m2 Lantai

4. Ratio elevator service dengan elevator penumpang pada Hotel

0.5 : 1 atau 0.6 : 1

Referensi :

1. Thosiba Inverter High Speed PMSM Gaerless Elevator, distributed by Thosiba Elevator and Building System Corporation.

2. Mekanikal Elektrikal by Sunarno, PENERBIT ANDI

3. Buku catatan mas gilang (itb archie ‘98)

Metode Pemilihan Kebutuhan Ukuran Kabel Listrik 2 [CONTOH]

•Oktober 30, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kita ingin memasang shower elektrik dalam kamar mandi. Mengacu pada datasheet pabrikan, peralatan ini membtuhkan 6.9 kW. Total panjang kabel memanjang dari main distribution board adalah 15 mtr, dimana 2 meter ujungnya akan tertanam dalam plester dibelakang kubical shower. Sisanya dijepit pada joist dibawah lantai. Shower memiliki MCB sendiri terpasang dalam distribution board. Berapa ukuran kabel yang diperlukan ?

Pertama, kita perlu mengetahui arus yang dibutuhkan :

Arus = daya / tegangan

= 6900W / 230 Volt

= 30 Ampere.

Karena memiliki MCB tersendiri, kita dapat memilih rating MCB. Dari katalog pabrikan, untuk MCB tipe 1, dapat dipilih 30 ampere sebagai arus nominal sistem.

Mengacu pada tabel A.1 untuk mendapatkan dasar ukuran kabel.

Table A.1: Nominal current-carrying capacity of general-purpose, two-core, PVC-insulated copper cables at 30 degrees celcius. Source: IEE Wiring Regulations table 4D2A

IEE Wiring Regulations table 4D2A

Source: IEE Wiring Regulations table 4D2A

Mengingat sebagian besar kabel tertanam dalam plester, maka untuk keamanan kita pilih ‘enclosed in a wall’ dari tabel tersebut. Kita dapatkan ukuran 6 mm2 memiliki rating 32 ampere dan sepertinya telah sesuai.

Selanjutnya untuk faktor koreksi. Pertama, sangat mungkin bahwa suhu lingkungan sedikitnya lebih besar dari 30 derajat pada sebagian kabel, karena berada di belakang kubikal shower.Kondisi seperti ini mau tidak mau mungkin sekali naik menjadi lebih dari 40 derajat, Selanjutnya, saya akan menggunakan kondisi diatas sebagai gambaran dasar.. Berdasarkan tabel A.2

Tabel A.2. Correction of current carrying capacity of general purpose PVC cables for ambient temperatures different from 30 degrees celcius. Source: IEE Wiring Regulations table 4C1

Efecive cable capacity = 0.87 x 32 ampere

= (faktor koreksi temperatur x rating arus.

= 27.84 ampere

Dari hasil perhitungan, diperoleh nilai efektif kurang dari perhitungan arus nominal (30 ampere), untuk itu kabel dengan ukuran 6 mm2 tidak memenuhi persyaratan dan harus dipilih ukuran yang lebih besar, yaitu 10 mm$^2$ yang memiliki rating arus 43 amps (lihat table 1), selanjutnya lakukan perhitungan ulang berdasar table 2.

Efecive cable capacity = 0.87 x 43 ampere

= (faktor koreksi temperatur x rating arus.

= 37.41 ampere

Lebih besar dari arus nominal,sampai disini judgment untuk pemilihan kabel OK

Saya tidak perlu melakukan koreksi grouping, karena kabel baru ini ditempatkan jauh daru kabel kabel lain yang sebelumnya telah terpasang pada area tersebut.

Saya juga tidak perlu melakukan koreksi terhadap pengaruh thermal insulasi, karena tidak ada sesuatu berada disekeliling kabel tersebut. Akhirnya, didapatkan rating arus terkoreksi adalah 37.41 ampere, yang nilainya jauh dari 30 ampere (arus nominal), sehingga sampai disini tidak ada masalah.

Selanjutnya, menghitung jatuh tegangan yang terjadi. Dari table A.5, nilai resistansi per meter untuk kabel ini adalah 0.0044 ohm. Dengan panjang kabel yang digunakan adalah 15 meter, maka

Total resistansi = 0.0044 Ohm/meter * 15 meter

= 0.066 Ohm.

Jatuh tegangan = 0.066 Ohm * 30 Ampere

= 1.98 Volt.

Nilai jatuh tegangan masih jauh dari 9.2 Volt sebagaimana yang dipersyaratkan, sehingga sejauh ini judgment OK.

Table A.5: Resistance per metre of two-core cable, at 70 degress celcius. Figures are given for the two power cores (for voltage drop and short-circuit current calculations), the power and earth cores (for disconnection time calculations), and the earth alone (for shock voltage calculations). Source: IEE Wiring Regulations table 4D2B

Akhirnya, bisa ditetapkan ukuran kabel yang aman untuk keperluan ini adalah 10 mm$^2$

Karena kabel ini untuk melayani shower, untuk amannya sebaiknya menggunakan RCD untuk proteksi gangguan pentanahan. Jadi, pada prinsipnya saya tidak perlu melakukan pengecekan waktu pemutusan (disconnection time) pada saat terjadinya gangguan pentanahan. Tetapi untuk keperluan latihan, mari kita lakukan perhitungan untuk hal ini.

Panjang kabel 17 meter. Nilai resistansi kombinasi konduktor pembumian dan fasa (table A.5) adalah 0.0077 Ohms/meter, jadi untuk panjang 17 meter, nilai tahanannya adalah 0,13 Ohm. Dengan menggunakan asumsi bahwa tahanan bagian ekternal dari loop pentanahan adalah 0.8 Ohm, maka total tahanan pembumian loop adalah 0.13 + 0.8 = 0.93 Ohm. Arus gangguan pentanahan menjadi 230/0.93 amps atau 247 amps. MCB yang telah dipilih adalah dengan rating 30 A (lihat label A.6), akan trip dalam 0.4 detik dengan arus sebesar 120 amps. Untuk itu, waktu pemutusan diatas telah memenuhi, meskipun tidak menggunakan RCD.

referensi: A guide to selection of electrical cable ©2001 Kevin Boone

Hadist hadist mengenai Orang Tua dan Akhlak terhadap Mereka

•Juli 11, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Berikut beberapa hadist mengenai hubungan anak dengan orang tuanya. Sedihnya anak adalah sedihnya orang tua, bahagianya anak adalah bahagianya orang tua. Sedang ridhonya Allah adalah ridhonya orang tua. Seringkali bahkan selalu kita merasa ingin sekali membahagiakan orang tua, menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan orang tua, menjaga mereka, tetapi apa yang kita inginkan ini masih jauh dari yang kita harapkan. Dan sebaris do’a untuk mereka tiap habis sholat kita panjatkan untuk kebahagiaan mereka, kesehatan mereka, dan harapan dikumpulkan kembali nanti di jannah-Mu..

Jangan mengabaikan (membenci dan menjauhi) orang tuamu. Barangsiapa mengabaikan orang tuanya maka dia kafir. (HR. Muslim)

Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku?” Nabi Saw menjawab, “ibumu…ibumu…ibumu, kemudian ayahmu dan kemudian yang lebih dekat kepadamu dan yang lebih dekat kepadamu.” (Mutafaq’alaih).

Warisan bagi Allah ‘Azza wajalla dari hambaNya yang beriman ialah puteranya yang beribadah kepada Allah sesudahnya. (HR. Ath-Thahawi).

Ibu mertua kedudukannya sebagai ibu. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Dari Abdullah Ibnu Amar al-’Ash Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Keridloan Allah tergantung kepada keridloan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.” Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Seseorang datang menghadap Rasulullah saw. dan bertanya: Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik? Rasulullah saw. menjawab: Ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab lagi: Kemudian ayahmu. (Shahih Muslim No.4621)

Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra., ia berkata: Seseorang datang menghadap Nabi saw. memohon izin untuk ikut berperang. Nabi saw. bertanya: Apakah kedua orang tuamu masih hidup? Orang itu menjawab: Ya. Nabi saw. bersabda: Maka kepada keduanyalah kamu berperang (dengan berbakti kepada mereka). (Shahih Muslim No.4623)

Tiga macam do’a dikabulkan tanpa diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa kedua orang tua, dan do’a seorang musafir (yang berpergian untuk maksud dan tujuan baik). (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Hadist-hadist Mengenai Anak dan Adab terhadap Mereka

•Juli 11, 2008 • 1 Komentar


Ada hal yang paling membahagiakan dari sebuha keluarga, yaitu kehadiran seorang anak di tengah-tengah mereka, sebagai amanah sekaligus fitnah. Berikut beberapa hadist berkaitan dengan anak..

Warisan bagi Allah ‘Azza wajalla dari hambaNya yang beriman ialah puteranya yang beribadah kepada Allah sesudahnya. (HR. Ath-Thahawi).

Seorang datang kepada Nabi Saw dan bertanya, ” Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?” Nabi Saw menjawab, “Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatirnu).” (HR. Aththusi).

Cintailah anak-anak dan kasih sayangi lah mereka. Bila menjanjikan sesuatu kepada mereka tepatilah. Sesungguhnya yang mereka ketahui hanya kamulah yang memberi mereka rezeki. (HR. Ath-Thahawi).

Bertakwalah kepada Allah dan berlakulah adil terhadap anak-anakmu. (HR. Bukhari dan Muslim

Barangsiapa mempunyai dua anak perempuan dan diasuh dengan baik maka mereka akan menyebabkannya masuk surga. (HR. Bukhari)

Anak menyebabkan kedua orang tuanya kikir dan penakut. (HR. Ibnu Babawih dan Ibnu ‘Asakir).

Ajarkan putera-puteramu berenang dan memanah. (HR. Ath-Thahawi).

Setiap anak tergadai dengan (tebusan) akikahnya (seekor atau dua ekor kambing) yang disembelih pada umur tujuh hari dan dicukur rambut kepalanya (sebagian atau seluruhnya) dan diberi nama. (HR. An-Nasaa’i)

    Moga bermanfaat.

    Pintu pintu kebaikan

    •Juli 8, 2008 • 1 Komentar

    SUMBER : Hadist arba’in An Nawawi, hadist ke 29

    Dari Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu, ia berkata : Aku berkata : “Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu amal yang dapat memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “Engkau telah bertanya tentang perkara yang besar, dan sesungguhnya itu adalah ringan bagi orang yang digampangkan oleh Allah ta’ala. Engkau menyembah Allah dan jangan menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mengerjakan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan haji ke Baitullah”. Kemudian beliau bersabda : “Inginkah kuberi petunjuk kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai, shadaqah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalat seseorang di tengah malam”. Kemudian beliau membaca ayat : “Tatajaafa junuubuhum ‘an madhaaji’… hingga …ya’maluun“. Kemudian beliau bersabda: “Maukah bila aku beritahukan kepadamu pokok amal tiang-tiangnya dan puncak-puncaknya?” Aku menjawab : “Ya, wahai Rasulullah”. Rasulullah bersabda : “Pokok amal adalah Islam, tiang-tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad”. Kemudian beliau bersabda : “Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku : “Ya, wahai Rasulullah”. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda : “Jagalah ini”. Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?” Maka beliau bersabda : “Semoga engkau selamat. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah mereka?” (HR. Tirmidzi, ia berkata : “Hadits ini hasan shahih) [Tirmidzi no. 2616]

    Keterangan :

    Sabda beliau “engkau telah bertanya tentang perkara yang besar, dan sesungguhnya itu adalah ringan bagi orang yang digampangkan oleh Allah ta’ala”, maksudnya bagi orang yang diberi taufiq oleh Allah kemudian diberi petunjuk untuk beribadah kepada-Nya dengan menjalankan agama secara benar, yaitu menyembah kepada Allah tanpa sedikit pun menyekutukan-Nya dengan yang lain. Kemudian sabda beliau “mengerjakan shalat”, yaitu melaksanakannya dengan cara dan keadaan paling sempurna. Kemudian beliau menyebutkan syari’at-syari’at Islam yang lain, seperti zakat, puasa dan haji. Kemudian sabda beliau “inginkah kuberi petunjuk kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai”, maksudnya adalah selain puasa Ramadhan, karena puasa yang wajib telah diterangkan sebelumnya. Jadi, maksudnya ialah banyak berpuasa sunnat. Perisai maksudnya ialah puasa itu menjadi tirai dan penjaga dirimu dari siksa neraka. Kemudian sabda beliau “shadaqah itu menghapuskan kesalahan”. Maksud shadaqah di sini adalah zakat. Sabda beliau “shalat seseorang di tengah malam”. Kemudian beliau membaca ayat : “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka. Maka suatu jiwa tidak dapat mengetahui apa yang dirahasiakan untuk mereka, yaitu balasan yang menyejukkan mata, sebagai ganjaran dari amal yang telah mereka lakukan”. (QS. As Sajadah 32 : 16-17) maksudnya orang yang shalat tengah malam, dia mengorbankan kenikmatan tidurnya dan lebih mengutamakan shalat karena semata-mata mengharapkan pahala dari Tuhannya, seperti tersebut pada firman-Nya : “Maka suatu jiwa tidak dapat mengetahui apa yang dirahasiakan untuk mereka, yaitu balasan yang menyejukkan mata, sebagai ganjaran dari amal yang telah mereka lakukan”. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Allah sangat membanggakan orang-orang yang melakukan shalat malam di saat gelap dengan firman-Nya dalam sebuah Hadits Qudsi : “Lihatlah hamba-hamba-Ku ini. Mereka berdiri shalat di gelap malam saat tidak ada siapa pun melihatnya selain Aku. Aku persaksikan kepada kamu sekalian (para malaikat) sungguh Aku sediakan untuk mereka negeri kehormatan-Ku”. Sabda beliau : “Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku : “Ya, wahai Rasulullah”. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda : “Jagalah ini”. Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?” Maka beliau bersabda : “Semoga engkau selamat. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah mereka?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengumpamakan perkara ini dengan unta jantan dan Islam dengan kepala unta, sedangkan hewan tidak akan hidup tanpa kepala. Kemudian sabda beliau “tiang-tiangnya adalah shalat”. Tiang suatu bangunan adalah alat penyangga yang menegakkan bangunan tersebut, karena bangunan tidak akan dapat berdiri tegak tanpa tiang. Sabdanya “puncaknya adalah jihad”, artinya jihad itu tidak tertandingi oleh amal-amal lainnya, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Ia berkata bahwa ada seseorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lalu berkata : “Tunjukkan kepadaku amal yang sepadan dengan jihad”. Sabda beliau : “Tidak aku temukan”. Kemudian sabda beliau : “Adakah engkau sanggup masuk ke dalam masjid, lalu kamu melakukan shalat Lail tanpa henti dan puasa tanpa berbuka selama seorang mujahid pergi (berperang)?” Orang itu menjawab : “Siapa yang sanggup berbuat begitu!” Sabdanya : “maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku : “Ya, wahai Rasullah”. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda : “Jagalah ini”, maksudnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menggalakkan dia pertama kali untuk berjihad melawan orang kafir, kemudian dialihkan kepada jihad yang lebih besar, yaitu jihad melawan hawa nafsu, menahan perkataan yang menyakitkan atau menimbulkan kerusakan karena sebagian besar manusia masuk neraka karena lidahnya. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Semoga engkau selamat. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah mereka?” Penjelasannya telah ada pada Hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang berbunyi : “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhirat hendaklah ia berkata baik atau diam”. Demikian juga pada Hadits lain disebutkan : “Barang siapa memberi jaminan kepadaku untuk menjaga apa yang ada di antara kedua bibirnya dan apa yang ada di antara kedua pahanya, maka aku jamin dia masuk surga”